Ikhwanyg tangguh bukanlah dilihat dari bahunya yang kekar, tetapi dari kasih sayangnya pada orang disekitarnya….
Ikhwan yg tangguh bukanlah dilihat dari suaranya yang lantang, tetapi dari kelembutannya mengatakan kebenaran…..
Ikhwan yg tangguh bukanlah dilihat dari jumlah sahabat di sekitarnya, tetapi dari sikap bersahabatnya pada generasi muda bangsa …
Ikhwan yg tangguh bukanlah dilihat dari bagaimana dia di hormati ditempat bekerja, tetapi bagaimana dia dihormati didalam rumah…
Ikhwan yg tangguh bukanlah dilihat dari kerasnya pukulan, tetapi dari sikap bijaknya memahami persoalan…
Ikhwan yg tangguh bukanlah dilihat dari dadanya yang bidang, tetapi dari hati yang ada dibalik itu…
Ikhwan yg tangguhi bukanlah dilihat dari banyaknya akhwat yang memuja, tetapi komitmennya terhadap akhwat yang dicintainya…
Ikhwan yg tangguhi bukanlah dilihat dari jumlah barbel yang dibebankan, tetapi dari tabahnya dia mengahdapi lika-liku kehidupan…
Ikhwan yg tangguh bukanlah dilihat dari kerasnya membaca Al-Quran, tetapi dari konsistennya dia menjalankan apa yang ia baca…
kembali bertanya…
” Siapakah yang dapat memenuhi kriteria seperti itu... ?”
“Pelajari tentang dia…”
ia pun mengambil buku itu
“MUHAMMAD”, judul buku yang tertulis di buku itu
Subhanalloh...
Jumat, 21 Oktober 2011
DAMAI BERSAMA MU
aku termenung di bawah mentari
di antara megahnya alam ini
menikmati indahnya kasih-Mu
ku rasakan damainya hatiku…
sabda-Mu bagai air yang mengalir
basahi panas terik di hatiku
menerangi semua jalanku
kurasakan tenteramnya hatiku…
jangan biarkan damai ini pergi
jangan biarkan semuanya berlalu
hanya pada-Mu Tuhan tempatku berteduh
dari semua kepalsuan dunia…
bila ku jauh dari diri-Mu
akan ku tempuh semua perjalanan
agar selalu ada dekat-Mu
biar kurasakan lembutnya kasih-Mu…
di antara megahnya alam ini
menikmati indahnya kasih-Mu
ku rasakan damainya hatiku…
sabda-Mu bagai air yang mengalir
basahi panas terik di hatiku
menerangi semua jalanku
kurasakan tenteramnya hatiku…
jangan biarkan damai ini pergi
jangan biarkan semuanya berlalu
hanya pada-Mu Tuhan tempatku berteduh
dari semua kepalsuan dunia…
bila ku jauh dari diri-Mu
akan ku tempuh semua perjalanan
agar selalu ada dekat-Mu
biar kurasakan lembutnya kasih-Mu…
SAHABATKU
Sahabatku...
Siapakah yang menciptakan dirimu
Dari tiada kepada ada
Tiada meniru dan tiada sekutu
Tanpa sebarang silap dan cela
Duhai sahabatku
Bukankah Yang Maha Mendengar sedia mendengar ritihanmu
sedia mendengar puji dan pujaan darimu
Merintihlah sahabatku
kepada Yang Maha Penyayang
Mintalah HidayahNya sahabatku
daripada Yang Maha Pemurah
Bersyukurlah sahabatku
Yang Memiliki segala kesempurnaan
Carilah ilmu sahabatku
untuk mengenali Rabb dan Ilahmu
song : OKTAF
Siapakah yang menciptakan dirimu
Dari tiada kepada ada
Tiada meniru dan tiada sekutu
Tanpa sebarang silap dan cela
Duhai sahabatku
Bukankah Yang Maha Mendengar sedia mendengar ritihanmu
sedia mendengar puji dan pujaan darimu
Merintihlah sahabatku
kepada Yang Maha Penyayang
Mintalah HidayahNya sahabatku
daripada Yang Maha Pemurah
Bersyukurlah sahabatku
Yang Memiliki segala kesempurnaan
Carilah ilmu sahabatku
untuk mengenali Rabb dan Ilahmu
song : OKTAF
CINTA DALAM HENING
Duhai gadis, maukah ku beritahukan padamu bagaimana mencintai dengan indah ?
Inginkah ku bisikkan bagaimana mencintai dengan syahdu..?
Maka dengarlah…!
Gadis, Saat ku jatuh cinta..
Tak akan ku berucap..
Tak akan ku berkata..
Namun ku hanya akan diam..
Saat ku mencintai, takkan pernah ku menyatakan.
Tak akan ku menggoreskan..
Yang ku lakukan hanyalah diam..
Aku tahu, cinta adalah fitrah..sebuah anugrah tak terperih..
Karena cinta adalah kehidupan.
Karena rasa itu adalah cahaya.
Aku tahu, hidup tanpa cinta, bagaikan hidup dalam gelap gulita..
Namun.. Saat rasa itu menyapa, maka hadapi dgn anggun.
Karena rasa itu ibarat belenggu pelangi, dengan begitu banyak warna.
Cinta terkadang membuatmu bahagia, namun tak jarang membuatmu menderita.
Cinta ada kalanya manis bagaikan gula,
Namun juga mampu memberi pahit yang sangat getir.
Cinta adalah perangkap rasa..
Sekali kau salah berlaku, maka kau akan terkungkung dalam waktu yang lama dalam lingkaran derita.
Kasihku … , Agar kau dapat keluar dari belenggu itu.
Dan mampu melaluinya dgn anggun..
Maka mencintailah dalam hening.
Dalam diam..
Tak perlu kau lari, tak perlu kau hindari.
Namun juga, jangan kau sikapi dgn berlebihan.
Jangan kau umbar rasamu.
Jangan kau tumpahkan segala sukamu..
Cobalah merenung sejenak dan fikirkan dgn tenang..
Kita percaya takdir bukan?
Kita tahu dengan sangat jelas...
Dia, Allah telah mengatur segalanya dengan begitu rapinya?
Jadi, apa yang kau risaukan?
Biarkan Allah yg mengaturnya,
Dan yakinlah di tangan-Nya semua akan baik-baik saja..
Cobalah renungkan...
Dia yang kau cinta, belum tentu atau mungkin tak akan pernah menjadi milikmu..
Dia yang kau puja, yang kau ingat saat siang dan yang kau tangisi ketika malam,
Akankah dia yang telah Allah takdirkan denganmu?
Kasihku… , kita tak tahu dan tak akan pernah tahu..
Hingga saatnya tiba..
Maka, ku ingatkan padamu, tidakkah kau malu jika smua rasa telah kau umbar...
Namun ternyata kelak bukan kau yg dia pilih untuk mendampingi hidupnya?
Kasihku…, Karena cinta kita begitu agung untuk di umbar..
Begitu mulia untuk di tampakkan..
Begitu sakral untuk di tumpahkan..
Dan sadarilah gadis, fitrah kita wanita adalah pemalu,
Dan kau indah karena sifat malumu..
Lalu, masihkah kau tampak menawan jika rasa malu itu telah di nafikan?
Masihkah kau tampak bestari jika malu itu telah kau singkap..
Duhai gadis, jadikan malu sebagai selendangmu..
Maka tawan hatimu sendiri dalam sangkar keimanan..
Dalam jeruji kesetiaan..
Yah.. Kesetiaan padanya yg telah Allah tuliskan namamu dan namanya di Lauhul Mahfuzh..
Jauh sebelum bumi dan langit dicipta..
Maka cintailah dlm hening.
Agar jika memang bukan dia yg ditakdirkan untukmu,
Maka cukuplah Allah dan kau yg tahu segala rasamu..
Agar kesucianmu tetap terjaga..
Agar keanggunanmu tetap terbias..
Maka, ku beritahukan padamu,
Pegang kendali hatimu..Jangan kau lepaskan.
Acuhkan semua godaan yg menghampirimu..
Cinta bukan untuk kau hancurkan, bukan untuk kau musnahkan..
Namun cinta hanya butuh kau kendalikan, hanya cukup kau arahkan..
Gadis... yg kau butuhkan hanya waktu, sabar dan percaya..
Maka, peganglah kendali hatimu,
Lalu..Arahkan pd Nya..
Dan cintailah dalam diam..
Dalam hening..
Itu jauh lebih indah..
Jauh lebih suci…
Inginkah ku bisikkan bagaimana mencintai dengan syahdu..?
Maka dengarlah…!
Gadis, Saat ku jatuh cinta..
Tak akan ku berucap..
Tak akan ku berkata..
Namun ku hanya akan diam..
Saat ku mencintai, takkan pernah ku menyatakan.
Tak akan ku menggoreskan..
Yang ku lakukan hanyalah diam..
Aku tahu, cinta adalah fitrah..sebuah anugrah tak terperih..
Karena cinta adalah kehidupan.
Karena rasa itu adalah cahaya.
Aku tahu, hidup tanpa cinta, bagaikan hidup dalam gelap gulita..
Namun.. Saat rasa itu menyapa, maka hadapi dgn anggun.
Karena rasa itu ibarat belenggu pelangi, dengan begitu banyak warna.
Cinta terkadang membuatmu bahagia, namun tak jarang membuatmu menderita.
Cinta ada kalanya manis bagaikan gula,
Namun juga mampu memberi pahit yang sangat getir.
Cinta adalah perangkap rasa..
Sekali kau salah berlaku, maka kau akan terkungkung dalam waktu yang lama dalam lingkaran derita.
Kasihku … , Agar kau dapat keluar dari belenggu itu.
Dan mampu melaluinya dgn anggun..
Maka mencintailah dalam hening.
Dalam diam..
Tak perlu kau lari, tak perlu kau hindari.
Namun juga, jangan kau sikapi dgn berlebihan.
Jangan kau umbar rasamu.
Jangan kau tumpahkan segala sukamu..
Cobalah merenung sejenak dan fikirkan dgn tenang..
Kita percaya takdir bukan?
Kita tahu dengan sangat jelas...
Dia, Allah telah mengatur segalanya dengan begitu rapinya?
Jadi, apa yang kau risaukan?
Biarkan Allah yg mengaturnya,
Dan yakinlah di tangan-Nya semua akan baik-baik saja..
Cobalah renungkan...
Dia yang kau cinta, belum tentu atau mungkin tak akan pernah menjadi milikmu..
Dia yang kau puja, yang kau ingat saat siang dan yang kau tangisi ketika malam,
Akankah dia yang telah Allah takdirkan denganmu?
Kasihku… , kita tak tahu dan tak akan pernah tahu..
Hingga saatnya tiba..
Maka, ku ingatkan padamu, tidakkah kau malu jika smua rasa telah kau umbar...
Namun ternyata kelak bukan kau yg dia pilih untuk mendampingi hidupnya?
Kasihku…, Karena cinta kita begitu agung untuk di umbar..
Begitu mulia untuk di tampakkan..
Begitu sakral untuk di tumpahkan..
Dan sadarilah gadis, fitrah kita wanita adalah pemalu,
Dan kau indah karena sifat malumu..
Lalu, masihkah kau tampak menawan jika rasa malu itu telah di nafikan?
Masihkah kau tampak bestari jika malu itu telah kau singkap..
Duhai gadis, jadikan malu sebagai selendangmu..
Maka tawan hatimu sendiri dalam sangkar keimanan..
Dalam jeruji kesetiaan..
Yah.. Kesetiaan padanya yg telah Allah tuliskan namamu dan namanya di Lauhul Mahfuzh..
Jauh sebelum bumi dan langit dicipta..
Maka cintailah dlm hening.
Agar jika memang bukan dia yg ditakdirkan untukmu,
Maka cukuplah Allah dan kau yg tahu segala rasamu..
Agar kesucianmu tetap terjaga..
Agar keanggunanmu tetap terbias..
Maka, ku beritahukan padamu,
Pegang kendali hatimu..Jangan kau lepaskan.
Acuhkan semua godaan yg menghampirimu..
Cinta bukan untuk kau hancurkan, bukan untuk kau musnahkan..
Namun cinta hanya butuh kau kendalikan, hanya cukup kau arahkan..
Gadis... yg kau butuhkan hanya waktu, sabar dan percaya..
Maka, peganglah kendali hatimu,
Lalu..Arahkan pd Nya..
Dan cintailah dalam diam..
Dalam hening..
Itu jauh lebih indah..
Jauh lebih suci…
Bunda Wanita Cahaya Syurga
kerlip bintang mampu menghapus putus asa itu….
matahari yang bersinar bisa menutupi kesedihannya…
senyumannya yang menyejukan jiwa, laksana bulan purnama bercahaya terang…
kesendirianku terhampus lembaran kebahagiaan yang dia berikan…
cahayanya bagaikan segumpal cahaya yang mampu menerangi seluruh alam…
tatapan matanya yang bersinar seperti air yang menampakkan wajah cantiknya…
setetes demi setetes air wudhu membasahai raganya…
doa demi doa menyiram hatinya…
ketika sayap-sayapnya terbakar,dia berusaha membuat sayapnya itu utuh!…
kesabarannya setia menemani hariku yang ceria….
dia yang selalu menyalakan cahaya-cahaya yang redup dalam hidupku…
dia selau menaruh sepotong harapannya agar dunia semakin bersyukur dan bersyukur atas nikmat yang Tuhan berikan terutama pada anak-anaknya…
dia yang selalu mengajarkan dunia untuk mngerti kingkungannya terutama pada anak-anaknya…
karena dia adalah wanita cahaya syurga yang selalu membuat kita mngerti apa arti dari saling menghargai dan arti dari saling membahagiakan
matahari yang bersinar bisa menutupi kesedihannya…
senyumannya yang menyejukan jiwa, laksana bulan purnama bercahaya terang…
kesendirianku terhampus lembaran kebahagiaan yang dia berikan…
cahayanya bagaikan segumpal cahaya yang mampu menerangi seluruh alam…
tatapan matanya yang bersinar seperti air yang menampakkan wajah cantiknya…
setetes demi setetes air wudhu membasahai raganya…
doa demi doa menyiram hatinya…
ketika sayap-sayapnya terbakar,dia berusaha membuat sayapnya itu utuh!…
kesabarannya setia menemani hariku yang ceria….
dia yang selalu menyalakan cahaya-cahaya yang redup dalam hidupku…
dia selau menaruh sepotong harapannya agar dunia semakin bersyukur dan bersyukur atas nikmat yang Tuhan berikan terutama pada anak-anaknya…
dia yang selalu mengajarkan dunia untuk mngerti kingkungannya terutama pada anak-anaknya…
karena dia adalah wanita cahaya syurga yang selalu membuat kita mngerti apa arti dari saling menghargai dan arti dari saling membahagiakan
Penjual Minyak Wangi dan Pandai Besi
Allah menciptakan manusia dengan kecenderungan meniru orang lain, dan juga beradaptasi dengan lingkungannya. Jika seseorang ingin diterima di lingkungannya, tentu dia harus bersikap seperti kebanyakan orang yang ada di lingkungan tersebut. Maka sejak jauh hari Rasulullah saw telah berpesan kepada ummatnya agar hati-hati dalam memilih teman. Karena seringnya kita berinteraksi dengan seseorang secara tidak langsung akan membuat kita menyesuaikan diri dengan hal-hal yang disukainya dan terpengaruh dengan kebiasaan-kebiasaannya. Dan tidak bisa dipungkiri bahwa teman merupakan cermin pribadi seseorang. Dengan kata lain, seseorang tidak akan jauh dari pribadi teman dekatnya.
“Permisalan teman duduk yang baik dan teman duduk yang buruk seperti penjual minyak wangi dan pandai besi. (Duduk dengan) penjual minyak wangi bisa jadi ia akan memberimu minyak wanginya, bisa jadi engkau membeli darinya dan bisa jadi engkau akan dapati darinya aroma yang wangi. Sementara (duduk dengan) pandai besi, bisa jadi ia akan membakar pakaianmu dan bisa jadi engkau dapati darinya bau yang tak sedap.” (HR. Al- Bukhari dan Muslim)
Berdasarkan hadits di atas dapat diambil pelajaran penting, bahwasanya bergaul dengan teman yang sholeh yang diibaratkan sebagai “penjual minyak wangi” mempunyai 3 kemungkinan, yaitu: dia akan berbuat baik pada kita, kita akan termotivasi untuk ikut berbuat baik, dan kita akan dikenal sebagai orang baik karena dekat dengannya. Sementara lawannya, bergaul dengan teman yang buruk yang diibaratkan sebagai “pandai besi” memiliki 2 kemungkinan: kelak, dia mungkin bisa berbuat jahat pada kita atau mengajak kita untuk berbuat dosa, kita dikenal sebagai orang buruk karena bergaul dengannya.
Beberapa dampak lain bergaul dengan teman yang buruk adalah:1. Memberikan keraguan pada keyakinan kita yang sudah benar, bahkan dapat memalingkan kita dari kebenaran.2. Menginspirasi kita untuk ikut berbuat dosa, padahal sebelumnya kita tidak terpikir tentang maksiat tersebut.3. Tabiat manusia, ia akan terpengaruh dengan kebiasaan, akhlak, dan perilaku teman dekatnya. Karenanya Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Seseorang itu menurut agama teman dekat/sahabatnya, maka hendaklah salah seorang dari kalian melihat dengan siapa ia bersahabat.” (HR. Abu Dawud dan At-Tirmidzi. Dishahihkan Asy-Syaikh Al-Albani dalam Ash-Shahihah no. 927)4. Teman yang buruk akan menghubungkan kita dengan orang-orang buruk yang dikenalnya
.
5. Teman yang buruk akan menggampangkan maksiat yang kita lakukan sehingga maksiat itu menjadi remeh/ringan untuk kita perbuat.
6. Karena berteman dengan orang yang buruk, kita akan terhalang untuk berteman dengan orang-orang yang baik/shalih.
7. Duduk bersama teman yang buruk tidaklah lepas dari perbuatan maksiat seperti ghibah, mengadu domba, dusta, mengumpat orang, dan semisalnya
.
Hm… tentu kita rindu dengan sambutan senyum hangat, jabat tangan, lalu ucapan salam “Assalaamu’alaikum..” setiap kali bertemu. Tentu kita juga rindu dengan wajah-wajah yang baru melihat senyumnya saja, sudah membuat kita merasa bersalah karena telah menggunjing orang lain, bukan semakin mengomporinya. Mengingatkan kita untuk bersegera memenuhi panggilan Allah saat adzan berkumandang, bukan menunda-nundanya. Menasehati kita ketika ada masalah dengan nasehat menyejukkan yang dulu juga pernah diberikan Rasulullah saw. kepada para sahabatnya. Mengajak kita mempelajari Islam lewat kajian-kajian, membuat kita malu lalu tergerak untuk segera beramal saat menyadari amalan mereka jauh di atas kita…
Ya, teman yang baik Insya Allah adalah mereka yang senantiasa mengajak kita untuk mengamalkan ajaran Islam yang isinya penuh dengan kebaikan.
Sobat, tanda seorang hamba dicintai Allah adalah ketika dijadikan mudah, ringan, senang untuk berbuat baik, dan susah diajak berbuat dosa. Salah satu perantaranya adalah dipertemukan dengan lingkungan yang baik, lalu dipertemankan dengan teman-teman yang shalih yang akan memotivasi dan mendekatkan kita pada kebaikan.
Maka sobat, jika selama ini ternyata kita justru merasa cocok dan nyaman bergaul dengan teman yang membuat kita lupa mengingat Allah, tidak takut melanggar larangan-larangan Allah… Insya Allah, sekarang belum terlambat untuk berdo’a dan berusaha agar Allah mempertemankan kita dengan “penjual minyak wangi” atau bahkan menjadi salah satu dari mereka ^_^ (Kie)
“Permisalan teman duduk yang baik dan teman duduk yang buruk seperti penjual minyak wangi dan pandai besi. (Duduk dengan) penjual minyak wangi bisa jadi ia akan memberimu minyak wanginya, bisa jadi engkau membeli darinya dan bisa jadi engkau akan dapati darinya aroma yang wangi. Sementara (duduk dengan) pandai besi, bisa jadi ia akan membakar pakaianmu dan bisa jadi engkau dapati darinya bau yang tak sedap.” (HR. Al- Bukhari dan Muslim)
Berdasarkan hadits di atas dapat diambil pelajaran penting, bahwasanya bergaul dengan teman yang sholeh yang diibaratkan sebagai “penjual minyak wangi” mempunyai 3 kemungkinan, yaitu: dia akan berbuat baik pada kita, kita akan termotivasi untuk ikut berbuat baik, dan kita akan dikenal sebagai orang baik karena dekat dengannya. Sementara lawannya, bergaul dengan teman yang buruk yang diibaratkan sebagai “pandai besi” memiliki 2 kemungkinan: kelak, dia mungkin bisa berbuat jahat pada kita atau mengajak kita untuk berbuat dosa, kita dikenal sebagai orang buruk karena bergaul dengannya.
Beberapa dampak lain bergaul dengan teman yang buruk adalah:1. Memberikan keraguan pada keyakinan kita yang sudah benar, bahkan dapat memalingkan kita dari kebenaran.2. Menginspirasi kita untuk ikut berbuat dosa, padahal sebelumnya kita tidak terpikir tentang maksiat tersebut.3. Tabiat manusia, ia akan terpengaruh dengan kebiasaan, akhlak, dan perilaku teman dekatnya. Karenanya Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Seseorang itu menurut agama teman dekat/sahabatnya, maka hendaklah salah seorang dari kalian melihat dengan siapa ia bersahabat.” (HR. Abu Dawud dan At-Tirmidzi. Dishahihkan Asy-Syaikh Al-Albani dalam Ash-Shahihah no. 927)4. Teman yang buruk akan menghubungkan kita dengan orang-orang buruk yang dikenalnya
.
5. Teman yang buruk akan menggampangkan maksiat yang kita lakukan sehingga maksiat itu menjadi remeh/ringan untuk kita perbuat.
6. Karena berteman dengan orang yang buruk, kita akan terhalang untuk berteman dengan orang-orang yang baik/shalih.
7. Duduk bersama teman yang buruk tidaklah lepas dari perbuatan maksiat seperti ghibah, mengadu domba, dusta, mengumpat orang, dan semisalnya
.
Hm… tentu kita rindu dengan sambutan senyum hangat, jabat tangan, lalu ucapan salam “Assalaamu’alaikum..” setiap kali bertemu. Tentu kita juga rindu dengan wajah-wajah yang baru melihat senyumnya saja, sudah membuat kita merasa bersalah karena telah menggunjing orang lain, bukan semakin mengomporinya. Mengingatkan kita untuk bersegera memenuhi panggilan Allah saat adzan berkumandang, bukan menunda-nundanya. Menasehati kita ketika ada masalah dengan nasehat menyejukkan yang dulu juga pernah diberikan Rasulullah saw. kepada para sahabatnya. Mengajak kita mempelajari Islam lewat kajian-kajian, membuat kita malu lalu tergerak untuk segera beramal saat menyadari amalan mereka jauh di atas kita…
Ya, teman yang baik Insya Allah adalah mereka yang senantiasa mengajak kita untuk mengamalkan ajaran Islam yang isinya penuh dengan kebaikan.
Sobat, tanda seorang hamba dicintai Allah adalah ketika dijadikan mudah, ringan, senang untuk berbuat baik, dan susah diajak berbuat dosa. Salah satu perantaranya adalah dipertemukan dengan lingkungan yang baik, lalu dipertemankan dengan teman-teman yang shalih yang akan memotivasi dan mendekatkan kita pada kebaikan.
Maka sobat, jika selama ini ternyata kita justru merasa cocok dan nyaman bergaul dengan teman yang membuat kita lupa mengingat Allah, tidak takut melanggar larangan-larangan Allah… Insya Allah, sekarang belum terlambat untuk berdo’a dan berusaha agar Allah mempertemankan kita dengan “penjual minyak wangi” atau bahkan menjadi salah satu dari mereka ^_^ (Kie)
Harapan yang harus bangkit
Kata katamu mengapa sungguh menggelorakan Bagai busur panah yang terlepas, menusuk jantung jantung kami
Harapan itu masih ada....
katamu lagi Ummat ini harus bangkit
Al Ardhu Lana....
Al Ardhu Lana...
Wallahu biquwwatihi ma'ana
Ya, harapan itu masih ada....
Lihat-lihatlah matamu sedikit sekali terpejam Karena keteguhan itu ada didadamu
ku tatap engkau dalam-dalam Dan ku tak kan pernah berhenti mengagumi solihmu Pengorbananmu atas nama Qiyadah pada jundiyah Cintamu pada Rabbana
Bangkit, bangkitlah duhai yg mengaku cinta
Optimis bukanlah hadiah, perjuangkanlah!
hadapilah!
Yakinlah!
Inilah jalan lurus,meski ia penuh onak dan duri
Bukankah kita adalah pedang - pedang kebenaran Yang akan menghunus segala makhluk bernama kedzoliman
Bukankah kita adalah letupan letupan semangat & juang Yang akan mengalahkan segala lemah bernama keterpurukan
Lantangkanlah
Ini langkahku !!! terus melaju
Yang kan kuayun walaupun payah tak akan jera
Kan terus melaju Setegar karang bangkitkan smangatku
Harapan itu masih ada....
katamu lagi Ummat ini harus bangkit
Al Ardhu Lana....
Al Ardhu Lana...
Wallahu biquwwatihi ma'ana
Ya, harapan itu masih ada....
Lihat-lihatlah matamu sedikit sekali terpejam Karena keteguhan itu ada didadamu
ku tatap engkau dalam-dalam Dan ku tak kan pernah berhenti mengagumi solihmu Pengorbananmu atas nama Qiyadah pada jundiyah Cintamu pada Rabbana
Bangkit, bangkitlah duhai yg mengaku cinta
Optimis bukanlah hadiah, perjuangkanlah!
hadapilah!
Yakinlah!
Inilah jalan lurus,meski ia penuh onak dan duri
Bukankah kita adalah pedang - pedang kebenaran Yang akan menghunus segala makhluk bernama kedzoliman
Bukankah kita adalah letupan letupan semangat & juang Yang akan mengalahkan segala lemah bernama keterpurukan
Lantangkanlah
Ini langkahku !!! terus melaju
Yang kan kuayun walaupun payah tak akan jera
Kan terus melaju Setegar karang bangkitkan smangatku
Langganan:
Postingan (Atom)