Rabu, 11 April 2012

Aku Minta Maaf, Afwan...

mimpi panjang diriku adalah untuk berperan bagi dunia ini
dari belahan bumi utara hingga bumi selatan
berbekal kekuatan ruh yang belum sepenuhnya menghiasi hati
segala permasalahan hidup tanpa gentar semuanya kulawan


jatuh bangun pernah kurasakan
sakit dan senang menjadi konsumsi sehari-hari
hingga merasa diri menjadi orang yang mengenal semua permasalahan hidup


namun ternyata di situlah titik kejatuhan diri ini
sombong, arogan dan jumawa dengan keadaan di sekitar
menjadi orang yang merasa paling paham
namun tanpa sadar, masih banyak yang belum kuketahui


melalang buana ke segala macam penjuru
mengenal, memahami dan membantu dengan rasa empati
lelah dan letih bukan lagi menjadi hambatan


tapi akhirnya baru tersadarkan tidak lama ini
bahwa ada satu hal yang belum pernah kukenali
suatu hal dimana aku harus ada di saat mereka butuh
suatu alasan agar keberadaan aku tidak membuatnya terganggu
agar keberadaan aku tidak menjadi beban untuk mereka
hanya satu hal itu...
yaitu hati perasaan saudara saudaraku

#maaf dariku yang belum bisa memahami kalian

Berikan Maaf

Jika sibuk mencari kesalahan orang lain
akan terpenuhi ingatan dengan kekeliruan orang lain
mengobarkan kebencian pada perilaku orang lain
jadikan pandangan akan kemajuan diri terkaburkan
Jangan bebani pundak dengan semua itu.
Bebaskanlah, Biarkan lepas.
Biarkan diri kita menjadi ringan.
mungkin tak bisa kita menghapus luka yang telah tertoreh
Namun kata maaf bisa tersampaikan
meski permintaan tak kunjung datang
tetap sampaikanlah maaf itu
Selama maaf itu masih tersimpan,
maka kita telah menyediakan ruang kosong
yang memungkinkan terbang melepaskan diri dari belenggu itu

Inilah Kata Ku

Tiap huruf bernilai manfaat ketika perasaan tak hanya tuk pribadi
Tiap kata bermakna kasih ketika hati memainkan peran yang suciTiap kalimat bertajuk ketenangan ketika niat tulus selalu menenangkanTiap tulisan sarat akan makna ketika jiwa dan ruh bersatu untuk memperbaikiKarena semua bermula dari ikhlasnya diri saat menorehkan semua cita.
takkan berbekas bila tanpa hati, jiwa, dan niat yang tulus.
tidak untuk mengharapkan sebuah komen,
tidak untuk mengharapkan sebuah perhatian,
melainkan untuk memberikan sebuah perubahan menuju sebuah peradaban tertinggi di alam ini.
"Dengarkanlah tiap untaian kalimat yang terucap"

Tiap - tiap....

Tiap langkahku
tiap satu huruf yang terucap
tiap desah nafas yang kulakukan
selalu saja kupertanyakan setiap saatnya

Apakah kehalusan tuturku selama ini selalu menunjukkan keikhlasan dalam hatiku?
Jawabannya selalu tidak pasti

Apakah Senyuman yang selalu ada di wajahku ini pertanda akan ketenangan jiwaku?
Jawabannya pun tidak pernah pasti

Apakah keramahan sifatku pada orang lain selama ini menunjukkan ketulusan niatku?
Aku pun selalu bertanya tentang kepastian

Hanya ketakutan yang selalu kurasakan,
hanya kebimbangan yang terus kuhadapi
Semoga Allah Yang Maha Memutar balikan hati yang terus menjaga hati ini ketika di awal memulai, ketika di tengah berjuang dan ketika di akhir bermuhasabah..
:)

Mimpi tak Sekedar Angan

menjadi seorang fasilitator,sudah menjadi hakekat alami seorang manusia.
karena tidak mungkin ada seseorang yg tidak menjadi fasilitator.
minimal dia akan menjadi fasilitator bagi anaknya nanti, bagi orang tuanya ketika sudah berumur atau untuk orang orang lain yang membutuhkan keberadaan kita.

seorang fasilitator bisa berperan menjadi seorang guru, seorang ayah,seorang sahabat ataupun seorang ulama.
memang sulit untuk bisa memposisikan keempat peran ini,
tp bukan sebuah keniscayaan untuk melakukannya...:)

Entah apa ini

Aku hanya ingin menangis...
deras membanjiri tiap sela hatiku
namun bukan tangisan akan lemahku yang membuai

pintaku untuk keinginanku
melayang selalu terus membuncah
kulalui awalan dengan sebuah kebersamaan
kuwahidkan perjalananku
secuil demi secuil
dengan sebuah kesendirian
apakah ini sebuah pilihan
terkatung dalam keterdiaman
walau akan terus terbayang
tetap kaku yang akan selalu kugenggam

Sampaikah Dalam Persinggahan itu

Semua memang terasa menyenangkan
dalam tebar pesona yang menyatukan kehangatan
dalam buih kecil di tebaran samudra nan luas
tapi semua hanya tampak fatamorgana
sesaat...
dalam kelam yang tiada terasa

apalah arti sebuah ikatan
jika melepas ikatan yang lain
karena simpul takkan pernah bisa terurai
jikalau hati tetap menginginkannya

Ini adalah tempat
dimana cita menjadi nyata
di saat semu jadikan realita
dapatkah angan terbuai dalam benak kehidupan
menggapai sejati akan arti sebuah mimpi