menapaki sepi dikesunyian waktu
resah mengintip dalm jendela malam
terlena akan manis yang terminum
hingga segelintir debu memedihkan mata,,,,
kalut melanda taman istana impian
menyisakn pedih diseperempat hari
sebongkah duka mengusik ketenangan
membekukan rasa diujung tangis,,
luka menguji langkah kaki
rintihan terkulum dibibir yang kelu
kepiluan sejenak hinggap tanpa malu
menyergapnya tanpa sempat mengelak,,,
lara membangunkn suka cita ditepi masa
meninggalkn sayatan kecil ditengah fajar.
Minggu, 07 Oktober 2012
Rabu, 03 Oktober 2012
Sebenar-benarnya MANUSIA
Jangan melihat pada ekspresi2 wajah.
Jangan dengarkan apa yg dikatakan lidah.
Jangan biarkan air mata menghanyutkanmu.
Itu semua hanyalah produk dari kulit luar manusia saja,
yang mana selalu berubah setiap harinya.
Tapi lihatlah pada apa yg ada dibalik itu.
Bukan pula pada hatinya, karena hati selalu berfluktuasi.
Bukan pula pada pikirannya,krn pikiran selalu mengubah sudut pandangnya kapanpun,perspektifnya berubah.
Apalagi,pikiran itu bisa saja menerima suatu keadaan skrg yg dulunya ia tolak.
Bahkan para ilmuwan pun mengubah teori mereka.
Tidak anakku!
Jika kamu ingin memahami manusia, maka lihatlah tindakannya pada saat ia memiliki kebebasan untuk memilih.
Hanya pada saat itulah kamu akan sangat terkejut ketika melihat ada seorang ahli ibadah yg melacurkan diri,
dan seorang pelacur yg justru beribadah!
Kamu bisa juga menemukan seorang ahli fisika meminum racun,
dan kamu bisa terkaget-kaget krn menemukaan seorang teman yg menikammu dari belakang sedangkan musuhmu justru menyelamatkanmu!
Kamu pun mungkin akan melihat seorang pelayan yg betindak semulia majikan, dan seorang majikan yg berbuat serendah perbuatan pelayan yg terburuk!
Kamu mungkin pula akan melihat para Raja mengambil suap, dan para Pengemis memberikan sedekah!
Lihatlah hakikat manusia disaat dia tdk punya rasa takut yg dapat menghentikannya;
disaat kewaspadaannya tertidur; hawa nafsunya terpuaskan, dan semua penghalang telah dirobohkan.
Hanya pada saat itulah kamu bisa melihat realitas dari manusia:
apakah dia berjalan dgn 4 kaki seperti binatang,
atau justru ia terbang layaknya seorang malaikat,
atau ia merayap bagaikan seekor ular,
atau bahkan memakan lumpur seumpama cacing tanah!
(El Jalaluddin Rumi)
Jangan dengarkan apa yg dikatakan lidah.
Jangan biarkan air mata menghanyutkanmu.
Itu semua hanyalah produk dari kulit luar manusia saja,
yang mana selalu berubah setiap harinya.
Tapi lihatlah pada apa yg ada dibalik itu.
Bukan pula pada hatinya, karena hati selalu berfluktuasi.
Bukan pula pada pikirannya,krn pikiran selalu mengubah sudut pandangnya kapanpun,perspektifnya berubah.
Apalagi,pikiran itu bisa saja menerima suatu keadaan skrg yg dulunya ia tolak.
Bahkan para ilmuwan pun mengubah teori mereka.
Tidak anakku!
Jika kamu ingin memahami manusia, maka lihatlah tindakannya pada saat ia memiliki kebebasan untuk memilih.
Hanya pada saat itulah kamu akan sangat terkejut ketika melihat ada seorang ahli ibadah yg melacurkan diri,
dan seorang pelacur yg justru beribadah!
Kamu bisa juga menemukan seorang ahli fisika meminum racun,
dan kamu bisa terkaget-kaget krn menemukaan seorang teman yg menikammu dari belakang sedangkan musuhmu justru menyelamatkanmu!
Kamu pun mungkin akan melihat seorang pelayan yg betindak semulia majikan, dan seorang majikan yg berbuat serendah perbuatan pelayan yg terburuk!
Kamu mungkin pula akan melihat para Raja mengambil suap, dan para Pengemis memberikan sedekah!
Lihatlah hakikat manusia disaat dia tdk punya rasa takut yg dapat menghentikannya;
disaat kewaspadaannya tertidur; hawa nafsunya terpuaskan, dan semua penghalang telah dirobohkan.
Hanya pada saat itulah kamu bisa melihat realitas dari manusia:
apakah dia berjalan dgn 4 kaki seperti binatang,
atau justru ia terbang layaknya seorang malaikat,
atau ia merayap bagaikan seekor ular,
atau bahkan memakan lumpur seumpama cacing tanah!
(El Jalaluddin Rumi)
RENUNG
masih ku renung sebab kegelisahan hatiku…
masih ku renangi ragu yang menggelimangi perasaanku…
masih ku cumbu tanya yang melekat di fikiranku…
atas jawab yang tak bertuan…
masih ku sulami benang harapan ini…
masih ku rajut nyakin pada tapakan langkahku…
masih ku corakkan semangat pada asaku…
masih ku singsingkan rasa ketidak sanggupanku…
masih dan masih…
ku nyalakan pilar pada pekatnya malam…
ku lajurkan harap pada sang cipta…
dan ku tabur doa-doa di setiap sujudku…
namun masih…
masih ku terselip di antara bayang-bayang…
menggelantung tanpa arah yang pasti…
ya Allah…
jika semua tak ku sua..
dapatkah KAU lepaskan…
saatku tertidur lelap di malam ini…
dan tiupkanlah ketenangan itu melalui nafasku…
masih ku renangi ragu yang menggelimangi perasaanku…
masih ku cumbu tanya yang melekat di fikiranku…
atas jawab yang tak bertuan…
masih ku sulami benang harapan ini…
masih ku rajut nyakin pada tapakan langkahku…
masih ku corakkan semangat pada asaku…
masih ku singsingkan rasa ketidak sanggupanku…
masih dan masih…
ku nyalakan pilar pada pekatnya malam…
ku lajurkan harap pada sang cipta…
dan ku tabur doa-doa di setiap sujudku…
namun masih…
masih ku terselip di antara bayang-bayang…
menggelantung tanpa arah yang pasti…
ya Allah…
jika semua tak ku sua..
dapatkah KAU lepaskan…
saatku tertidur lelap di malam ini…
dan tiupkanlah ketenangan itu melalui nafasku…
Senin, 30 April 2012
Awali Dengan Indah
Hari ini sepertinya berbeda dari sebelumnya. begitulah kita
diajarkan untuk selalu membenahi diri dari hari ke hari, untuk menjadi
lebih baik dari sebelumnya, tidak sama, apalagi lebih buruk dari yang
lalu. semalem seperti biasa, baru bisa menutup mata pukul 01.30, dan
bangun pada pukul 04.00. keseharian yang lumrah memang selama ini,
namun yang membedakan adalah entah terasa segar ketika terbangun dan
terasa cukup sangat puas tidurnya. akhirnya seperti merasakan sebuah
tidur yang pulas dan berkualitas.
terbangun dari tidur, mendapat sebuah pesan singkat dari seorang teman yang berisi
"akhiy, bidadari surga antum sedang tersipu malu tuh, melihat calon suaminya bobo kaya bayi.. Yuk, bangun. hari juma`at nih... Jangan ketinggalan shalat fajar.. "
membacanya, membuat raut wajah berubah seketika. senyum dan rasa senang segera hadir dalam hati menjawab rasa dari pesan singkat yang terkirim padaku. hanya bisa membalasnya dalam hati, semoga senantiasa kebaikan dan keberkahan tercurah padamu, wahai saudaraku (pulsa tiris, jadi ndak bisa bales).
Menunaikan ibadah di bawah senyap dan sendunya romantisme alam ini, menenangkan hati mensyukuri apa yang selama ini telah kita dapatkan. masih jauh rasa syukur ini yang seharusnya tercurah atas segala nikmat yang selalu terlimpah pada diriku. tapi apa lagi yang bisa kita lakukan selain terus berusaha mensyukuri segala sesuatunya dengan segenap hati kita.
Usai subuh pun, hanya bisa terus melebarkan raut muka membaca sms tadi. membuncah rasa gregetan ingin membalas, namun apa daya. dan sungguh sangat berbeda pada hari ini karena rasa kantuk sama sekali tidak hadir kembali usai subuh seperti sebelum-sebelumnya. mungkin karena banyak momen penting yang akan terjadi hari ini yang telah terencanakan. berharap semua bisa berjalan indah dan bisa terus mengingatkan diri untuk senantiasa menjaga sosok pribadi yang lemah ini.
dan semoga bisa menjadi apa yang telah tertuliskan untuk selamanya. semangat dan songsong hari ke depan menjadi suatu lebih baik dari sebelum sebelumnya...
:)
terbangun dari tidur, mendapat sebuah pesan singkat dari seorang teman yang berisi
"akhiy, bidadari surga antum sedang tersipu malu tuh, melihat calon suaminya bobo kaya bayi.. Yuk, bangun. hari juma`at nih... Jangan ketinggalan shalat fajar.. "
membacanya, membuat raut wajah berubah seketika. senyum dan rasa senang segera hadir dalam hati menjawab rasa dari pesan singkat yang terkirim padaku. hanya bisa membalasnya dalam hati, semoga senantiasa kebaikan dan keberkahan tercurah padamu, wahai saudaraku (pulsa tiris, jadi ndak bisa bales).
Menunaikan ibadah di bawah senyap dan sendunya romantisme alam ini, menenangkan hati mensyukuri apa yang selama ini telah kita dapatkan. masih jauh rasa syukur ini yang seharusnya tercurah atas segala nikmat yang selalu terlimpah pada diriku. tapi apa lagi yang bisa kita lakukan selain terus berusaha mensyukuri segala sesuatunya dengan segenap hati kita.
Usai subuh pun, hanya bisa terus melebarkan raut muka membaca sms tadi. membuncah rasa gregetan ingin membalas, namun apa daya. dan sungguh sangat berbeda pada hari ini karena rasa kantuk sama sekali tidak hadir kembali usai subuh seperti sebelum-sebelumnya. mungkin karena banyak momen penting yang akan terjadi hari ini yang telah terencanakan. berharap semua bisa berjalan indah dan bisa terus mengingatkan diri untuk senantiasa menjaga sosok pribadi yang lemah ini.
dan semoga bisa menjadi apa yang telah tertuliskan untuk selamanya. semangat dan songsong hari ke depan menjadi suatu lebih baik dari sebelum sebelumnya...
:)
Kamis, 19 April 2012
Aura Kasih
Dalam kesedihan
selalu terpancar keindahannya. dalam keceriaannya, selalu terpancar
semangat dan rasa senang yang mempengaruhi orang lain.
dalam proses interaksi kita dengan semua orang yang ada di sekitar, terkadang kita selalu mengevaluasi aspek positif kita apakah berhasil atau tidak untuk berinteraksi dengan orang lain. apakah nasehat yang kita berikan didengar oleh orang lain, ataukah kita yang dihormati oleh orang lain. biasanya hal hal ini yang menjadi satu parameter apakah kita bermanfaat dan berarti di kalangan masyarakat.
aku belajar dalam interaksiku dengan anak-anak. bahwa sesungguhnya yang dibutuhkan kita untuk memberi pemahaman kepada orang lain, bukan dengan hanya wujud nyata kita untuk mereka seperti bantuan atau semacamnya. karena bisa jadi hal hal nyata tersebut malah tidak memberikan satu respon positif dari mereka atas sikap kita. mungkin perlu juga, tapi itu tidak menjadi porsi besar dalam memahami proses komunikasi kita. karena yang justru diperlukan adalah niat dan pikiran dalam hati kita untuk mereka. apakah dalam pikir kita benar benar karena mencintai mereka, atau jangan jangan masih menyimpan sedikit saja tujuan terselubung atas komunikasi dengan mereka. bila telah lurus niatan dalam hati kita untuk menjalin komunikasi dengan mereka, maka tanpa sadar akan terpancar aura kasih sayang dan keikhlasan yang akan langsung diterima oleh mereka, untuk apapun sikap yang akan kita lakukan padanya. walau untuk sedikit saja bercandaan, atau bahkan emosi amarah yang kita sampaikan, jikalau semua telah terbungkus dengan niat kecintaan kita, maka luntur dan luluhlah segala persepsi negatif atas sikap nyata kita pada mereka..
jadi, berlakulah baik tidak hanya dari sikap positif, tapi mulailah dari hati nurani untuk membentuk sikap positif itu...wallahu alam...
:)
dalam proses interaksi kita dengan semua orang yang ada di sekitar, terkadang kita selalu mengevaluasi aspek positif kita apakah berhasil atau tidak untuk berinteraksi dengan orang lain. apakah nasehat yang kita berikan didengar oleh orang lain, ataukah kita yang dihormati oleh orang lain. biasanya hal hal ini yang menjadi satu parameter apakah kita bermanfaat dan berarti di kalangan masyarakat.
aku belajar dalam interaksiku dengan anak-anak. bahwa sesungguhnya yang dibutuhkan kita untuk memberi pemahaman kepada orang lain, bukan dengan hanya wujud nyata kita untuk mereka seperti bantuan atau semacamnya. karena bisa jadi hal hal nyata tersebut malah tidak memberikan satu respon positif dari mereka atas sikap kita. mungkin perlu juga, tapi itu tidak menjadi porsi besar dalam memahami proses komunikasi kita. karena yang justru diperlukan adalah niat dan pikiran dalam hati kita untuk mereka. apakah dalam pikir kita benar benar karena mencintai mereka, atau jangan jangan masih menyimpan sedikit saja tujuan terselubung atas komunikasi dengan mereka. bila telah lurus niatan dalam hati kita untuk menjalin komunikasi dengan mereka, maka tanpa sadar akan terpancar aura kasih sayang dan keikhlasan yang akan langsung diterima oleh mereka, untuk apapun sikap yang akan kita lakukan padanya. walau untuk sedikit saja bercandaan, atau bahkan emosi amarah yang kita sampaikan, jikalau semua telah terbungkus dengan niat kecintaan kita, maka luntur dan luluhlah segala persepsi negatif atas sikap nyata kita pada mereka..
jadi, berlakulah baik tidak hanya dari sikap positif, tapi mulailah dari hati nurani untuk membentuk sikap positif itu...wallahu alam...
:)
Rabu, 11 April 2012
Tepian Hati..
Ditepian ini…Aku tak ingin mengeluh jika yang dengan keluhan itu justru membatalkan pahala kesabaran ku.
Saat malam datang, ku anggap itu adalah waktu ku… waktu ku untuk mengadukan semua pada Dzat yang paling Maha Mendengar, yang paling kuat sandarannya untuk menenangkan ku, serta menghapus air mata ku hingga tak bersisa.
Jikalah cita-cita itu adalah mimpi yang bertanggal dan keyakinan menjadi sumber kekuatannya dengan kebeningan yang meluaskannya hingga semesta mendengar…maka cukuplah itu menjadi sumber kekuatan ku untuk tetap bertahan hingga doa-doa ku semakin bersayap dan melesat cepat menuju langit-Nya dan berhimpun menjadi kebaikan-kebaikan bagi diri untuk menunggu ketetapan-Nya menghampiri, disini….ditepian ini…
Allah…Kau yang Maha Baik yang telah membebaskan kami manusia untuk menentukan takdir kami melalui setiap ikhtiar yang kami lakukan dan doa yang kami panjatkan. Berikan kesabaran seluas samudra bagi kami, hamba-Mu yang bersungguh-sungguh dalam setiap langkah hidup yang hanya mengharap ridho dari Mu….
Saat malam datang, ku anggap itu adalah waktu ku… waktu ku untuk mengadukan semua pada Dzat yang paling Maha Mendengar, yang paling kuat sandarannya untuk menenangkan ku, serta menghapus air mata ku hingga tak bersisa.
Jikalah cita-cita itu adalah mimpi yang bertanggal dan keyakinan menjadi sumber kekuatannya dengan kebeningan yang meluaskannya hingga semesta mendengar…maka cukuplah itu menjadi sumber kekuatan ku untuk tetap bertahan hingga doa-doa ku semakin bersayap dan melesat cepat menuju langit-Nya dan berhimpun menjadi kebaikan-kebaikan bagi diri untuk menunggu ketetapan-Nya menghampiri, disini….ditepian ini…
Allah…Kau yang Maha Baik yang telah membebaskan kami manusia untuk menentukan takdir kami melalui setiap ikhtiar yang kami lakukan dan doa yang kami panjatkan. Berikan kesabaran seluas samudra bagi kami, hamba-Mu yang bersungguh-sungguh dalam setiap langkah hidup yang hanya mengharap ridho dari Mu….
Critakanlah Aku
Terkadang mempunyai citra yang kurang baik itu sedikit menenangkan hati...
tidak ada lagi beban yang menuntut selalu sempurna di mata semua orang.....
tidak ada lagi persepsi yang akan membuat kita berbeda dari orang kebanyakan..
entah apakah ini sesuatu yang baik atau tidak...
tapi seperti lepas dari belenggu yang selalu menempel setiap saat...
setiap bergerak, sudah tidak lagi menjadi sorotan...
tiap langkah tidak lagi mendapat kritikan....
namun, akankah mudah untuk menatap sebuah masa depan seperti ini...
terombang ambing dalam sebuah ketidakpastian sikap
mengejar bayangan pribadi yang hanya terlihat oleh diri sendiri..
tapi hanya terpikir, bahwa mimpi itu miliknya hati..
tidak terikat pandangan orang..
karena hanya mimpi jannahNya yang akan tertuju...
tidak ada lagi beban yang menuntut selalu sempurna di mata semua orang.....
tidak ada lagi persepsi yang akan membuat kita berbeda dari orang kebanyakan..
entah apakah ini sesuatu yang baik atau tidak...
tapi seperti lepas dari belenggu yang selalu menempel setiap saat...
setiap bergerak, sudah tidak lagi menjadi sorotan...
tiap langkah tidak lagi mendapat kritikan....
namun, akankah mudah untuk menatap sebuah masa depan seperti ini...
terombang ambing dalam sebuah ketidakpastian sikap
mengejar bayangan pribadi yang hanya terlihat oleh diri sendiri..
tapi hanya terpikir, bahwa mimpi itu miliknya hati..
tidak terikat pandangan orang..
karena hanya mimpi jannahNya yang akan tertuju...
Langganan:
Postingan (Atom)