Rabu, 17 Oktober 2012

Saat Ukhuwah diperbudak oleh Zaman

Membahas ukhuwah, berarti membahas romantisme dalam kehidupan. Siapa yang tidak menyukai indahnya berukhuwah. Jika ada, maka dia belum pernah sedikitpun menjalankan ukhuwah itu sendiri.

Berbicara ukhuwah terkadang berbicara sesuatu hal yang sifatnya konvensional. Karena dengan karakternya itu, kedekatan akan lebih terasa dan terbangun. kita bisa melihat bagaimana perbandingannya antara ukhuwah di daerah pedesaan dan perkotaan. Kita bisa mengamati ketika orang orang di desa bisa dengan mudahnya membantu tanpa balas jasa sekalipun, sedang di kota..hmm..mungkin agak sedikit sulit.

Ternyata perkembangan zaman membuat ukhuwah semakin mudah dan kecil untuk dipahami dan dijalankan. yang dengan kemudahan itu, akhirnya sedikit demi sedikit menghilangkan esensi dari sebuah persaudaraan itu.

Hal yang paling sangat tampak adalah dengan maraknya kemajuan teknologi sekarang. Dimana sebuah proses silaturahim bisa dilakukan semakin canggih. Zaman dulu, momen silaturahim hanya bisa dilakukan dengan bertemu langsung karena minimnya teknologi yang menunjang sehingga mau ga mau kalo mau minta maaf, yaa didatengin. Kemudian berkembang setelahnya bahwa momen silaturahim bisa dilakukan dengan menggunakan surat. Banyak kartu kartu ucapan maaf yang disampaikan. Yang membuat karakter muhajahah atau tatap muka menjadi hilang. Setelah surat, muncullah sarana kejam lainnya, yaitu SMS. Hanya dengan berbait kalimat, maka terucaplah kata maaf. Dan dengan mudahnya semua itu dilakukan. Jika surat, masih bisa menunjukkan emosi yang tergores lewat seni dalam surat, kalo sms, sudah sulit lagi untuk menunjukkan emosinya. dan sekarang walaupun sudah ada teknologi 3G, tapi tetap itu tidak menjadi sebuah solusi perkembangan zaman terhadap esensi sebuah ukhuwah.

oleh karenanya, sebuah ukhuwah tidak pernah tercipta tanpa adanya momen muhajahah tadi. Liat kata khalifah Umar yang menyatakan 3 hal yang dilakukan untuk mengenal saudaranya. Dan semuanya merupakan hal yang harus dilakukan dengan muhajahah. Jika tidak, maka hilanglah inti itu.

Saat ini, bisa jadi kalo mudik tidak menjadi budaya tiap tahun, atau mungkin kalo ga ada perasaan ga enak ama keluarga, mungkin kita tidak mudik. Sehingga esensi mudik menjadi bergeser. Apakah kita seperti itu, wallahu alam.

Oleh karenanya, untuk meningkatkan kualitas ukhuwah di masa silaturahim lebaran ini, maka kuatkanlah muhajahah yang seharusnya dilakukan. Di antaranya adalah
1. Silaturahimlah langsung ke rumahnya, jika kita telah mengenal dia lama.
2. Buatlah momen silaturahim yang menyatukan teman teman masa lalu.
3. Kopdar saja jika mengenalnya via dunia maya.
4. Buatlah pesan singkat sebagai awal untuk memulai pertemuan. Bukan pesan singkat yang hanya rutinitas dan sekedar terkirim.

Itu saja dulu. Wallahu alam. Dan maaf...

Tidak ada komentar:

Posting Komentar